Mengenal Tingkat Kematangan Steak dan Ciri-Cirinya

Apa itu tingkat kematangan steak? Bagaimana cara memasaknya dan pengaruhnya pada zat gizi, serta keamanan konsumsinya? Sebenarnya apa pun jenis dagingnya, baik itu sapi, kambing, ikan, bebek, ayam, dll. Semua bisa dijadikan steak. Tingkat kematangan steak adalah seberapa dimasak suatu steak berdasarkan warna, kandungan air, dan temperatur internalnya. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai tingkat kematangan dari steak serta seperti apa ciri-cirinya, Anda bisa membaca ulasan yang akan diberikan di bawah ini, simak sampai bawah ya!

Tingkat Kematangan Steak dan Ciri-Cirinya

Terdapat enam tingkat kematangan steak yaitu:

  • Blue-Rare
  • Rare
  • Medium-Rare
  • Medium
  • Medium-Well
  • Well-done

Blue-Rare

Tingkat kematangan steak blue-rare adalah yang paling mendekati mentah di bagian dalam steaknya. Pada tingkat kematangan ini, hanya bagian luar steaknya saja yang dibakar. Karena biasanya steak dengan tingkat kematangan blue-rare masih dingin di bagian dalam, steak dengan tingkat kematangan ini biasanya ditaruh di oven bersuhu rendah untuk dihangatkan. Steak dengan tingkat kematangan blue-rare mempunyai suhu internal sebesar 46 derajat Celsius.

Rare

Permukaan steak ini mempunyai tekstur dan rasa yang enak dari reaksi maillard (reaksi kimia antara asam amino dan reduksi gula karena panas), namun itu artinya lemak di steak tersebut belum meleleh dengan baik, sehingga tingkat kematangan rare cocok dikonsumsi untuk jenis daging rendah lemak. Steak dengan tingkat kematangan rare mempunyai suhu internal sebesar 52 derajat Celsius.

Medium-Rare

Di luar negeri, medium-rare adalah tingkat kematangan favorit, bahkan dibilang golden standard dari tingkat kematangan steak. Pada suhu internal steak medium-rare (57 derajat Celsius), lemak di steak mempunyai peluang untuk meleleh, sehingga rasanya tersebar rata di seluruh steak, namun belum banyak moisture yang menguap, karena itulah steaknya bersifat empuk, berair, dan padat.

Ciri-ciri steak medium-rare adalah dibakar di bagian luar, bagian tengah mempunyai warna merah, dan sedikit lebih keras dibanding steak dengan tingkat kematangan rare.

Medium

Pada steak dengan tingkat kematangan medium, warna steaknya bukan lagi merah, namun pink. Kelezatan steaknya memang tidak hilang, namun steak dengan tingkat kematangan ini kehilangan sedikit juiciness dan kelembutan karena banyak moisture yang hilang. Steak dengan tingkat kematangan medium mempunyai suhu internal sebesar 63 derajat Celsius.

Medium-Well

Steak dengan tingkat kematangan medium-well masih mempunyai kelembutan dan sedikit warna pink, namun saat kehilangan moisture, steaknya akan kering dan kehilangan kelembutannya. Steak dengan tingkat kematangan medium-well mempunyai suhu internal sebesar 66 derajat Celsius.

Well-Done

Steak dengan kematangan well done hanya mempunyai begitu sedikit moisture dan lemak, serta hampir kehilangan semua warna pinknya. Steak dengan tingkat kematangan medium-well mempunyai suhu internal sebesar 71 derajat Celsius.

Keamanan Konsumsi Daging Berdasarkan Tingkat Kematangan

USDA merekomendasikan steak dimasak sampai suhu 63 derajat Celsius atau dalam hal ini tergolong ke dalam tingkat kematangan medium, lalu dibiarkan selama tiga menit. Memakai termometer juga dianjurkan karena warna tidak bisa hanya jadi satu indikator kematangan saja dan tidak bisa dikuantifikasi.

Dikutip dari healthline, konsumsi steak dengan tingkat kematangan rare bisa menyebabkan infeksi parasit usus bernama Taenia saginata yang bisa menyebabkan kehilangan berat tubuh, sakit perut, dan mual. Selain itu, ibu hamil juga tidak disarankan mengonsumsi steak yang mendekati mentah seperti rare dan medium-rare karena rawan infeksi bakteri.

admin
Lifestye

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *